Reruntuhan Tembok Pemisah Itu Masih Tegak Berdiri di Tengah Berlin

Kekelahan Perang Dunia II memang menjadi pil pahit untuk bangsa Jerman, terlebih dalam Perang Dunia I mereka juga dianggap sebagai pecundang dan pionir perang. Namun kekalahan di perang kedua terasa jauh lebih menyakitkan pasalnya Jerman harus tunduk pada negara-negara pemenang perang. Soviet menguasai hampir 40% wilayah di timur Jerman sementara sisa wilayah lainnya dikuasai sekutu lainnya yaitu Amerika, Prancis dan Inggris. Hal ini diperparah dengan Perang Dingin, sebuah perang pengaruh politik, militer dan intelijen setelah PD II.

Tiang pancang yang belum selesai dibangun menjadi tembok

Tiang pancang yang belum selesai dibangun menjadi tembok

Dunia terbelah atas dua sisi, kanan-kapitalis dan kiri-sosialis. Letak geografi Jerman yang berada di tengah konflik dan Jerman yang harus dibagi oleh 2 blok timur-barat juga memperparah kedaulatan Jerman sebagai sebuah bangsa. Namun mukjizat itu tiba 10 tahun setelah kalah perang ekonomi Jerman Barat justru meroket dan bahkan menguasai pasar industri Eropa. Dunia hanya bisa tercengang! Sementara itu saudaranya di timur sangat jauh tertinggal. Banyak warganya yang kabur ke barat. Hal inilah yang membuat Berlin yang saat itu juga dibagi atas Barat dan Timur harus dibagi dan diblokade dengan sebuah tembok. Yah tembok Berlin!

Seorang anak berada diantara bekas pemisah Berlin Barat dan Timur

Seorang anak berada diantara bekas pemisah Berlin Barat dan Timur

Tembok ini dibangun pemerintah Jerman Timur tahun 1961 dengan panjang sekitar 160KM. Tinggi tembok ini kira-kira 3m dengan tiang pancang setinggi 5 meter yang berada tiap kilometernya. Tentara Jerman Timur sudah diatur untuk selalu bersiap menembak siapa saja yang mencoba kabur dari tembok besar itu. Orang-orang komunis menyebutnya dengan „Antifaschistischer Schutzwall“ atau yang bisa diartikan tembok perlindungan dari praktek gerakan fasis, namun sebenarnya hal itu dibuat untuk mengembargo Berlin Barat. Alhasil selama puluhan tahun Berlin Barat yang tidak mempunyai lumbung makanan mau tidak mau mendapatkan pasokan makanan dari saudaranya di Jerman Barat dengan menggunakan akses udara. Singkat cerita di era Gorbachev tahun 1989 Uni Soviet runtuh secara demokratis sebagai sebuah negara yang membuat efek domino terhadap negara-negara satelit dibawahnya termasuk Jerman Barat dan Jerman Timur. Dua tahun setelahnya setelah hampir setengah abad berpisah bangsa Jerman mengalami penyatuan kembali, sebuah proses besar.

Tembok Berlin yang semula menjadi simbol pemisah antara blok barat dan blok timur harus segera diruntuhkan sebagai lambang penyatuan Jerman. Namun sekarang ini sisa-sisa reruntuhan tembok bersejarah ini masih bisa ditemukan beberapa blok di tengah kota Berlin. Hal ini sengaja dilakukan sebagai monumen pengingat bahwa bangsa sebesar Jerman pernah mengalami proses besar dalam sejarah negaranya. Berikut ini galery foto saat saya mengunjungi sisa-sisa tembok tersebut.

Berikut galeri fotonya!

 

 

The following two tabs change content below.
is an UI literature student and journalist who spare time write anything on his blog. Mostly about travelling, humanism and photography trend. He also founder of LekasPergi.com