Perayaan Perang Patriotik Raya di Rusia

Kemenangan Rusia atas Jerman pada Perang Dunia ke-2 selalu menjadi kebanggaan bagi orang Rusia. Bagi mereka, kemenangan ini adalah bukti cinta akan tanah air, pengorbanan, dan kerja keras kakek dan nenek mereka. Tepat pada tanggal 9 Mei 1945 (waktu Moskow), Jerman menandatangani surat pernyataan kalah mereka kepada pihak Soviet. Oleh karena itu, setiap tahunnya masyarakat Rusia selalu merayakan kemenangan ini pada tanggal 9 Mei atau yang bisa disebut sebagai День Победы (baca: den’ pabedy). Pada tanggal ini, di seluruh bagian dunia manapun, masyarakat Rusia selalu merayakannya dengan upacara dan terdapat parade dan kembang api di seluruh kota di Rusia.

Penulis bersama dengan wanita Rusia yang berpakaian baju tentara Soviet

Penulis bersama dengan wanita Rusia yang berpakaian baju tentara Soviet

Tahun ini, Rusia merayakan hari kemenangannya untuk yang ke-71 kalinya dengan tema “Бессмертный полк” (baca: bessmertny polk) atau dalam bahasa Indonesia, “Resimen yang Abadi”. Tahun ini, saya berkesempatan untuk melihat perayaan Hari Kemenangan ini di Belgorod, sebuah kota kecil di dekat batas Rusia-Ukraina.

бессмертный полк

Logo “бессмертный полк”, sumber: uralschool25.ru

Seluruh warga kota Belgorod berkumpul di alun-alun untuk melihat parade dan perayaan Hari Kemenangan ini. Tepat jam 10 pagi waktu Moskow, seluruh kota di Rusia dan kedutaan besar Rusia di seluruh dunia memulai upacara mereka dengan mengibarkan bendera Rusia dan menyanyikan lagu kebangsaan mereka. Di Belgorod sendiri, setelah upacara ini, dilanjutkan dengan tari-tarian, nyanyi-nyanyian, dan penampilan drama. Selanjutnya, dimulailah parade. Parade ini diikuti oleh seluruh warga kota yang kakek atau sanak saudaranya ikut berjuang dalam Perang Dunia ke-2. Tak lupa juga mereka membawa foto kakek atau sanak saudaranya.

Hari Kemenangan Rusia 3 - yhunto

Para warga berkumpul melihat perayaan Hari Kemenangan di alun-alun kota

Hari Kemenangan Rusia - yhunto

Para veteran perang yang mendapatkan bunga dari warga.

Tidak hanya parade, saya bersama teman-teman saya melihat bahwa seluruh kota dihiasi dengan dekorasi-dekorasi bertema Hari Kemenangan ini. Anda bisa melihat bendera-bendera Rusia berkibar di sudut-sudut kota. Selain itu, banyak warga yang memakai pita berwarna bendera Rusia. Tidak hanya itu, para lelaki banyak menyematkan pita Saint George pada dada mereka. Bagi Rusia, pita Saint George ini melambangkan simbol militer. Saya juga melihat banyak wanita menggunakan topi tentara Rusia. Selama seminggu, topi ini dijual di alun-alun atau taman dan dapat Anda beli dengan merogoh kocek 300 Rubel atau Rp 60.000,00.

DSC03164

Dua anak kecil dengan topi tentara dan pita St. George di dada.

Di taman dekat alun-alun, saya melihat sebuah truk besar yang dikerumuni oleh banyak orang. Ternyata di sana orang-orang membagikan bubur gratis untuk warga kota. Bubur merupakan makanan yang sering dimakan oleh pada tentara Rusia pada saat perang. Saya juga ingin ikut mengambil, hanya saja, saya tidak cukup besar untuk bisa bertarung mendapatkan bubur gratis dengan orang-orang Rusia yang relatif badannya besar-besar. Saya hanya bisa melihat dan melanjutkan langkah saya ke bazar makanan di dekat truk besar itu. Tidak hanya kios makanan, banyak juga yang menjual barang-barang buatan sendiri.

Hari Kemenangan Rusia 2 - yhunto

Orang-orang mengerumuni truk besar yang membagikan bubur gratis

Perayaan Hari Kemenangan ini tidak hanya berhenti begitu saja. Pada malam hari, tepat jam 10 malam waktu Moskow di seluruh kota di Rusia, Anda dapat melihat pesta kembang api. Pesta kembang api ini berlangsung selama hampir 10 menit dan sangat megah sekali. Kembang api yang dinyalakan di alun-alun sangatlah besar, sehingga seluruh kota dapat melihatnya di mana pun mereka berada.

Melihat hal ini, saya sungguh kagum dengan patriotisme mereka. Mereka sangat menghormati dan menghargai kerja keras nenek moyang mereka. Mereka bangga akan sejarah mereka. Mereka merayakan Hari Kemenangan dengan begitu meriahnya. Seluruh warga kota berkumpul untuk merayakan hari penting dalam sejarah mereka.

Namun, sebagai warga Indonesia, saya malu bila dibandingkan dengan orang Rusia. Menurut saya, masyarakat Indonesia, termasuk saya, mulai melupakan perjuangan para pahlawan yang rela mati untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia. Banyak yang menganggap remeh Hari Kemerdekaan Indonesia. Padahal, hari itu merupakan titik balik bangsa Indonesia menuju kehidupan yang baru. Mari teman-teman yang membaca tulisan ini, saya harap kita bisa merayakan kemerdekaan Indonesia tahun ini dengan lebih semangat dan sebagai generasi penerus bangsa, mari kita teruskan perjuangan nenek moyang kita dan membuat Indonesia menjadi salah satu negara penting di dunia.

Yohanna Hunto

The following two tabs change content below.

yhunto

is a travel enthusiast. Food lover. Student of Russian Literature University of Indonesia.

Latest posts by yhunto (see all)