Jalur Wekas Jalur favorit menuju puncak Merbabu

Penulis: Evani Tama Rumiris

Di puncak Merbabu

Di puncak Merbabu

Gunung Merbabu merupakan salah satu gunung api yang terletak di wilayah Jawa Tengah dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit para pendaki gunung di Indonesia. Ketinggian Gunung Merbabu yang mencapai  3.145 mdpl atau sekitar 10.630 kaki dianggap memiliki kesulitan yang cukup “standar“ atau menengah. Gunung Merbabu memiliki beberapa jalur pendakian, yaitu Thekelan, Cunthel, Selo dan Wekas. Berdasarkan beberapa ulasan dari para pendaki Gunung Merbabu, jalur yang digemari para pendaki adalah Selo dan Wekas. Bagi para pendaki yang menyukai fotografi dan ingin mengabadikan momen dengan latar pemandangan alam yang unik, sangat direkomendasikan melewati jalur Selo, karena jalur ini menyuguhkan pemandangan Gunung Merbabu yang dipenuhi oleh hamparan sabana yang luar biasa indah. Selain itu, topografi yang lebih landai dari jalur lain akan mengurangi rasa lelah para pendaki yang tidak biasa melewati jalur yang lebih terjal. Perlu diingat, jalur yang landai membuat lama pendakian akan semakin panjang, akan tetapi dapat mengurangi rasa lelah. Jika melewati jalur ini disarankan untuk membawa persediaan air yang banyak, karena tidak terdapat mata air di sepanjang jalur Selo.

Jalur Merbabu

Jalur Merbabu

Salah satu jalur lain yang menjadi favorit para pendaki adalah jalur Wekas. Penulis akan lebih berfokus mengulas tentang jalur ini, karena hanya pernah melewati jalur Wekas selama pengalaman dua kali melakukan pendakian ke Gunung Merbabu. Jika ingin menuju basecamp Gunung Merbabu dari Jakarta, Anda dapat menaiki kereta jurusan Semarang Poncol atau Semarang Tawang. Dari stasiun kereta Poncol Anda dapat menaiki bus kota menuju terminal Terboyo, kemudian menaiki bus jurusan Solo-Semarang lalu turun di kota Salatiga, tepatnya di Pasar Sapi. Jika Anda dan teman pendakian Anda belum pernah sama sekali menaiki kendaraan umum menuju basecamp, akan sangat baik untuk bertanya dan mengingatkan kenek bus agar menurunkan Anda tepat di Pasar Sapi Salatiga. Setelah itu, Anda dapat menaiki bus kecil menuju Magelang yang melewati tiga jalur pendakian Merbabu, yaitu Thekelan, Cunthel, dan Wekas. Jika Anda memiliki grup pendakian yang terdiri lebih dari lima orang, akan lebih baik untuk menyewa bus kecil (elf) dengan menelepon langsung ke basecamp Wekas. Tentunya ongkos bus akan menjadi lebih murah dapat diantar langsung sampai ke depan basecamp yang dituju.

Jalur Wekas

Jalur Wekas

Pendakian Jalur Wekas

Jalur Wekas Merbabu 4 by Evani TamaJalur Wekas merupakan salah satu jalur pendakian yang tercepat dengan waktu tempuh 6 sampai 7 jam untuk mencapai puncak. Perjalanan dari basecamp menuju Pos I cukup ‘mengagetkan’ karena jalur yang langsung terjal di awal pendakian. Di awal pendakian, kita masih melewati beberapa rumah penduduk dan ladang milik warga. Setelah melewati air terjun kecil dan makam, kemudian kita akan memasuki hutan. Perjalanan menuju Pos I tidak cukup jauh, memakan waktu tempuh sekitar 2 jam. Perjalanan dari pos I hingga pos II membutuhkan waktu kira-kira 3 jam. Jalur ini lebih sulit dan memakan waktu lebih lama, karena jalur pendakiannya yang lebih terjal dan cukup jauh dari pos sebelumnya. Jika saat perjalanan Anda sudah melewati jalanan landai yang terus menerus, maka dapat dipastikan sebentar lagi Anda akan sampai di pos II. Pos II merupakan tempat yang paling sering digunakan para pendaki untuk beristirahat dan membangun tenda. Selain tempatnya yang sangat luas, di pos II ini terdapat mata air sehingga memudahkan bagi para pendaki yang ingin memasak, mengisi persediaan air minum dan membersihkan badan. Hal menarik yang dapat ditemukan di pos II adalah banyak terdapat monyet-monyet yang berkeliaran di sekitar pos ini.

Saya ketika melintasi jalur Wekas

Saya ketika melintasi jalur Wekas

Setelah berjalan sekitar 15-30 menit dari Pos II Anda dapat tiba di pos Helipad. Pemandangan yang terdapat di sekitaran pos ini sangatlah indah. Anda dapat menikmati indahnya alam Gunung Merbabu yang terbentang jelas dari pos ini. Perjalanan dilanjutkan dengan melewati tanjakan dan turunan yang terjal. Anda harus menaiki dan menuruni beberapa bukit kecil hingga akhirnya bisa sampai ke Jembatan Setan. Perjalanan dari Helipad menuju Jembatan Setan memakan waktu sekitar 2-3 jam dan merupakan jalur yang paling berat, karena jalannya yang sangat terjal dan cukup jauh. Akan tetapi, pemandangan yang dapat dilihat sangatlah indah. Punggungan bukit, langit luas, hutan yang nampak hijau terlihat jelas dan sangat memanjakan mata. Jika Anda mengunjungi Gunung Merbabu pada musim kemarau, akan sangat disarankan membawa persediaan air yang cukup banyak dari pos II, karena dapat dipastikan Anda sangat membutuhkan air minum yang banyak selama pendakian dari II hingga mencapai puncak. Sesampainya di Jembatan Setan, Anda harus lebih berhati-hati. Jembatan Setan merupakan tebing yang harus dilewati untuk dapat mencapai puncak Merbabu. Anda harus melewati pinggiran tebing yang lebar untuk pijakan kaki tidak sampai 30 cm dan terdapat jurang di bawah terbing tersebut. Setelah melewati Jembatan Setan, Anda akan melewati persimpangan ke kiri atau kanan. Jalur ke arah kiri akan menuju Puncak Syarif dan ke kanan akan menuju Puncak Kenteng Songo. Di puncak, Anda dapat melihat samudera awan beserta beberapa puncak gunung seperti Sundoro, Sumbing dan Lawu yang terlihat jelas dan sangat indah.

Evani TamaKontributor: Evani Tama Rumiris, mahasiswi program studi Jerman yang pernah mewakili jurusannya sebagai finalis mahasiswa berprestasi. Di tengah kesibukan akademiknya ia juga aktif di Mada Bahana Universitas Indonesia & juga memiliki saudara kembar yang juga memiliki hobi berpetualang.

Contact:

The following two tabs change content below.
lekaspergi.id@gmail.com'

adminlekaspergi

lekaspergi.id@gmail.com'

Latest posts by adminlekaspergi (see all)