Das schwarze Sofa (Sofa Hitam)

Di kesempatan kali ini LekasPergi kedatangan tulisanspesial dari Syamsui Pasinringi, seorang guru bahasa Jerman SMAN 2 Palu. Beliau menuliskan salah satu pengalaman menariknya ketika mengikuti Summer Course di kota-kota di Jerman. Dan cerita di atas ditulis saat beliau berada di kota Manheim, Jerman. Tulisan-tulisan beliau lain mengenai pengalamannya saat berada di Jerman bisa dibaca di blog pribadinya di https://herrsamblog.wordpress.com/. Berikut salah satu ulasan ceritanya mengenai persahabatannya dengan kolega-koleganya yang berasal dari berbagai macam negara.

Lanskap kota Mainhaim. Credit: Getty Images

Lanskap kota Mainhaim. Credit: Getty Images

Bentuknya sederhana namun ia selalu menawarkan kehangatan ketika cuaca di luar sedang membekukan suasana. Saya tak tau kapan persisnya ia mulai, tapi yang pasti ia telah menjadi saksi persahabatan lintas negara. Mungkin telah bertahun tahun, ia disitu untuk mendengar cerita, tawa, kesedihan dan  pertengkaran.

Ivan dan amit benci duduk di atas sofa itu. Mereka menganggap bahwa sofa itu terlihat seperti seorang anak yang bersungut sungut dengan muka cemberut  sedang berdiri di sudut ruangan. Saya tentu  tak pernah setuju dengan pendapat mereka, mereka terlalu sentimentil. Menurutku, sofa itu malah terlihat anggun, elegan meski tampilannya sederhana. Saya paling suka duduk di atas sofa itu  ketika sore hari sambil menunggu magrib yang ternyata tiba setengah 10 malam, jauh lebih lambat dari waktu magrib di Indonesia. Leo selalu tertawa lebar ketika pertengkaran tentang sofa itu sudah dimulai. Ivan dan amit memang telah menjadi sekutu karena beberapa hal yang sama sama mereka senangi meski diantara kami mereka jugalah yang paling sering berdebat.

Sofa itu menyatukan kami pada suatu malam. Waktu itu kami sepakat mengambil beberapa foto untuk mengenang kebersamaan. Perdebatan tentu harus mengawali lalu diakhiri dengan tawa lebar kami. Duduklah kami berempat di atas sofa itu meski amit hanya kebagian pundak sofa. Sementara tommy di sudut kanan tak kebagian tempat sama sekali sehingga harus menduduki kursi kayu. Saya,  ivan dan leo yang duduk nyaman di tengah.

975856_4912799893148_1135636453_n

Saya berada di tengah

Tiga  tahun berlalu sejak kejadian malam itu. Ivan saat ini berprofesi sebagai dokter di Serbia, Tommy baru saja menikah dan sedang berbulan madu di Indonesia. Leo tak ada kabar sejak beberapa bulan terakhir, Amit total putus kontak dengan kami.

Sofa, apa kabarmu hari ini?

The following two tabs change content below.
samneil27@gmail.com'

Syamsuri Pasinringi

samneil27@gmail.com'

Latest posts by Syamsuri Pasinringi (see all)